VISI NAGARI
"Terwujudnya masyarakat Pandai Sikek yang berbudi pekerti luhur dengan semangat bergotong royong berlandaskan “Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah”.
Nilai-nilai yang melandasi
1. Kehidupan ber Nagari di Pandai Sikek sangat kental dengan budaya saling bahu membahu dan bersama-sama dalam hal pembangunan Nagari baik dari segi fisik sarana dan prasarana maupun hal yang bersifat pembangunan mental dan spiritual. Hal ini diwujudkan dengan semangat bergotong royong yang telah dilaksanakan secara turun temurun baik oleh masyarakat Pandai Sikek yang berdomisili di Nagari maupun masyarakat yang berdomisili di perantauan.
2. Masyarakat Nagari Pandai Sikek juga sangat kental dengan budaya sopan santun, baso jo basi serta kebersamaan dalam hal kehidupan sehari-hari, baik sesame warga Nagari Pandai Sikek maupun terhadap masyarakat lain yang dating berkunjung ke Nagari Pandai Sikek. Tentunya ini mencerminkan budi pekerti yang baik yang selalu diwariskan dari generasi kegenerasi.
3. Pembentukan karakter masyarakat yang berbudi pekerti juga diajarkan melalui sarana lembaga pendidikan yang ada di Nagari Pandai Sikek. Nagari Pandai Sikek memiliki lembaga pendidikan mulai tingkat Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan juga Madrasah Aliyah (MA). Lembaga pendidikan ini juga didukung oleh keberadaan banyak Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA) serta SD tahfidz dan Rumah Tahfidz yang telah banyak melahirkan para Hafidz dan Hafizah cilik yang telah dibuktikan dengan penghargaan dari Bupati Tanah Datar sebagai Nagari dengan jumlah hafidz dan hafizah terbanyak di kabupaten Tanah Datar. Tentunya hal ini bertujuan untuk membentuk karakter generasi muda yang berbudi pekerti dan berakhlak mulia sesuai dengan tuntunan dan ajaran agama Islam.
4. Seluruh elemen masyarakat Nagari Pandai Sikek juga sangat menjunjung tinggi nilai falsafah “Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah. Syara’ Mangato, Adat Mamakai”. Istilah ini bermakna apapun permasalahan kehidupan yang terjadi di Nagari Pandai Sikek, penyelesaiannya berhulu pada aturan adat istiadat “Salingka Nagari” yang berdasarkan tuntunan agama Islam berlandaskan Al Qur’an. Masyarakat Nagari Pandai Sikek sangat lekat dengan pola kehidupan beragama yang kental, keberadaan Masjid di setiap Jorong dan didukung dengan adanya banyak surau/mushalla serta beberapa sekolah agama membuktikan pola hidup religius yang selalu dijunjung tinggi oleh setiap warga Nagari Pandai Sikek.
Makna kata yang terkandung dalam visi Nagari
Terwujudnya
Kata “Terwujudya” memiliki arti hasil akhir dari segala macam usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan. Kata ini melambangkan capaian akhir yang bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat Nagari Pandai Sikek
Masyarakat Pandai Sikek
Adalah suatu kesatuan masyarakat Nagari baik yang berdomisili di lingkungan Nagari ataupun masyarakat asli Nagari Pandai Sikek yang hidup di perantauan.
Berbudi Pekerti Luhur
Budi pekerti luhur merupakan kata lain dari perilaku atau akhlak yang baik, perilaku dan akhlak yang baik akan sangat dibutuhkan dalam hal mendukung pembangunan Nagari dari segi moral dan spiritual. Tingkat keberhasilan pembangunan fisik sarana dan prasarana pun juga akan sangat didukung oleh sumberdaya manusia yang berbudi pekerti luhur, berperilaku baik serta berakhlak mulia.
Semangat Bergotong Royong
Semangat bergotong royong yang kuat sangat dibutuhkan dalam mewujudkan cita-cita untuk membangun Nagari. Gotong royong merupakan bentuk kerjasama yang dilakukan oleh masyarakat baik dalam hal kontribusi berbentuk tenaga ataupun kontribusi dalam hal pendanaan. Apabila semangat bergotong royong hilang di kehidupan masyarakat, maka pembangunan fisik dan mental di Nagari pastinya akan terkendala.
Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah
Prinsip kehidupan sosial masyarakat minangkabau sangat lekat dengan falsafah “Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah”. Prinsip ini melambangkan kehidupan masyarakat yang sangat kental dengan nilai adat dan budaya yang selalu dijunjung tinggi dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Dalam mengaplikasikan pola kehidupan yang menjunjung tinggi nilai adat istiadat dan budaya yang telah diwariskan secara turun temurun dari generasi kegenerasi, masyarakat minangkabau selalu mengaitkan kehidupan be Adat dengan berpedoman kepada ajaran agama Islam yang muaranya berasal dari apa yang telah tertulis di dalam kitab suci Al’Qur’an dan apa yang telah diajarkan oleh nabi Muhammad SAW.
MISI NAGARI
1. Melanjutkan Pembangunan Nagari dengan Membangkitkan kembali Semangat Bergotong royong.
Dalam hal cita-cita membangun Nagari ,sudah pasti tentunya tidak bisa direalisasikan hanya dengan bantuan keuangan dari pemerintah saja. Semangat bahu membahu dan kerjasama seluruh elemen masyarakat, baik yang hidup di kampung atau pun yang mencari nafkah di perantauan sangat mempengaruhi terwujudnya niat baik untuk membangun Nagari, baik dari segi fisik sarana prasarana maupun dari segi moral dan spiritual. Dengan ditingkatkannya semangat bergotong royong tentunya akan sangat membantu untuk percepatan dan kelanjutan pembangunan di Nagari Pandai Sikek.
2. Membentuk Pribadi Masyarakat yang Berakhlak Berlandaskan Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah
Perkembangan teknologi saat ini sangat berpengaruh terhadap akhlak dan moral masyarakat. Segala hal bisa diakses melalui sosial media, baik hal yang sifatnya positif maupun negatif terhadap pembentukan pribadi masyarakat. Peran pemerintahan Nagari akan sangat mempengaruhi terhadap baik atau buruknya karakteristik sebuah kesatuan masyarakat, berbagai hal dapat dilakukan oleh pemerintahan Nagari untuk membentuk pribadi masyarakat yang berakhlak berlandaskan Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah.
3. Mengembangkan potensi utama Nagari dari berbagai sektor untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.
Allah SWT menganugerahkan keindahan yang sangat memanjakan mata di Nagari Pandai Sikek, ini merupakan berkah yang tak ternilai dan memiliki potensi yang sangat besar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Apabila potensi pariwisata dan keindahan alam ini mempunyai tata kelola yang baik, maka pastinya akan dapat menghasilkan profit yang besar dan tentunya akan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat. Masih banyak potensi utama lain yang ada di Nagari Pandai Sikek. Songket dan ukiran Pandai Sikek telah dikenal luas baik di tingkat nasional bahkan di tingkat internasional, hal ini merupakan potensi yang sangat memiliki dampak terhadap perekonimian masyarakat Nagari, apabila hal ini tidak dikelola dan dilestarikan, maka potensi yang sangat besar ini pastinya akan lapuk dimakan waktu. Disinilah pemerintahan Nagari harus memiliki peran bagaimana melestarikan budaya yang sudah diwariskan secara turun temurun ini, dapat terjaga sampai generasi berikutnya.
Masih banyak potensi di Nagari Pandai Sikek yang bisa diolah dan dijadikan sumber mata pencaharian oleh masyarakat, namun semua potensi yang ada di Nagari Pandai Sikek yang berpeluang menjadi sumber penghasilan masyarakat ini, belum terkelola dengan baik. Inilah nantinya yang akan coba diperhatikan oleh pemerintahan Nagari, bagaimana menjadikan potensi potensi yang ada di Nagari Pandai Sikek agar dapat meningkatkan perekonomian masyarakat kedepannya.
4. Membina generasi muda yang mandiri dan berbudi pekerti
Generasi muda adalah harapan bangsa, oleh sebab itu, pembinaan mental dan spiritual kepada generasi muda adalah salah satu prioritas utama pemerintahan Nagari. Pengaruh kemajuan zaman saat ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan mental dan spiritual para generasi penerus bangsa, jika mereka terjerumus kedalam hal-hal yang sifatnya negatif, tentunya ini akan menjadi suatu kerugian yang sangatbesar demi kemajuan Nagari dan bangsa di masa depan. Disinilah peran pemerintahan Nagari selaku pemerintahan tingkat terendah yang berhubungan langsung dengan masyarakat akan diuji, jika pemerintahan Nagari tidak bisa membina generasi muda untuk melakukan kegiatan yang bersifat positif, tentunya ini akan menjadi satu kegagalan yang sangat disayangkan.
Banyak kegiatan yang dapat dilakukan pemerintahan Nagari untuk membina generasi muda, tidak hanya terpakupa dahal yang sifatnya pembentukan karakter yang baik, akan tetapi bisa juga bagaimana membina generasi muda untuk dapat berdikari dan mandiri dalam bidang ekonomi.
Yalfiza
26 Agustus 2025 12:13:58
Kok pertanian tidak ada yaa??? kita nagari yang subur akan pertanian, kok tidak di input...